Dulu ketika masih skolah di pajagalan,pernah mendenganr sedikit tentang mahapala, ya hal hal yang negatif yang selalu saya dengar dari mulut ke mulut hingga terdengar kemana mana, ada yg mengatakan tidak menjaga hijablah, ada0 yg mengatakan tukang maenlah, dan ada juga yg mengatakan jadi p0emalas. tp justru dengan banyak cemoohan, ejekan dan lain sebagainya justru itu membuat saya semakin penasaran, ada apa dengan mahapala ini? dan bagaimana kegiatan mereka?
Akhirnya tibalah saya lulus dari pajagalan 2011 dan kuliah di STAIPI, awal masuk kuliah, saya melihat sebuah mading yang menempelkan banyak photo – photo kegiatan mahapala, dan saya berkata dalam hati, “okhhh ini mahapala tu” beberapa hari setelah menjalani sipitas akademika, akhirnya tibalah pendaftaran mahapala,
Sayida : Ekhh lan kamu ikutan mahapala ga?
Alan : hmmm kepengen da, tp alan masih sibuk eung, emang kapan mulainya?
Sayida : hari senin lan jam 1
Alan : oia, alan siaran da..
Sayida : gpp lan, nanti bisa nyusul ko.
Alan : ok ok
Disanalah mulai masuk mahapala melalui ajakan seorang teman , kegiatan demi kegiatan saya lalui bersama anak anak mahapala, dari hari ketiga saya mengikuti diklat mahapa cukup mnambah pengetahuan saya tentang mendaki gunung, membaca peta, walaupun sedikit kaga ngarti sich,hehehe tp banyak canda tawa bersama mereka, terliintas dalam sebuah fikiran, dimana letak negatif yang stiap orang katakan,  sedikit su’udzon sich, mungkin belum terlihat, namun selalu berupaya untuk positiff thingking, dan diklat pun dilanjutkan,,
Panitia: pengumuman untuk peserta diklat mahapala, besok kita akan diklat ke daerah Jadipa, kita akan menginap selama 3 hari di Vilanya bu Nunung, salah satu dosen kita.
Hmm mantap, akhirnya smsanpun bermunculan untuk persiapan bessok, barang barang, handuk baju tmpat makan dll sudah siaap, tinggal cabuutt,,
Jalan nanjak sob, motor hangitt, dan kitapun sampai di vilanya bu nunung. wiihhh segarnya udara di sana ya cukuplah untuk refreshing dari hirup pikuk kegiatan organisasi dll.
Banyak yang kita lalui selama 3 hari, mulai dari ngobrol2, curhat – curhat makan bareng, tidur bareng, (yang laki laki sama laki2, yang perempuan khusus ada kamar  untuk perempuan), naik gunung bareng, saling bantu dan banyak lagi.
Banyak hikmah yang saya ambil dari kegiatan diklat mahapala. Ternyata ada sebuah kekuatan tali persaudaraan di mahapala, yang membuat anggota anggota mahapala sendiri sering katakan,  ‘’ saya nyaman disinih, solideritas’’ itu yang sering kali saya dengar .bobroknya sebuah organisasi salah satunya adalah ikatan hati dari tiap invidunya, juga ketika kita ingin melihat karakter seseorang atupun cerminan diri kita sendiri adalah, ajak naik gunung atau beri ia jabatan. Akhirnya saya menemukan sebuah solusi dari berbagai masalah di organisasi organisasi yang saya jalani dan saya terapkan, sebuah solusi yang saya dapatkan, juga saya rasakan di mahapala, ya akhirnya saya katakan bahwa mahapala mempunyai sesuatu yang besar, mengemban da’wah dengan caranya sendiri sehingga nama mahapala bisa banyak di kenal orang dan juga besar dari orang orang yang TIDAK TAU MAHAPALA dengan prasangka prasangkanya.