Rangkuman Alan Albana

  1. Retorikakomunikasi-yang-baik

Pada abad ke lima sebelum masehi pertama kali di kenal suatu ilmu yang mengkaji proses pernyataan antar manusia sebagai fenomena social. Ilmu ini dinamakan dalam bahasa Yunani “rhetorike” yang dikembangkan di Yunani purba, kemudian pada abad – abad berikutnya dikembangkan di Romawi dengan nama dalam bahasa latin “rhetorika” dalam bahasa inggris “rhetoric” dan dalam bahasa Indonesia “retorika”.

Di Yunani, Negara pertama yang mengembangkan retorika dipelopori oleh Georgias (480-370) yang dianggap sebagai guru retorika pertama dalam sejarah manusia yang mempelajari  dan menelaah proses pernyataan antar manusia. Puncak peranan retorika sebagai ilmu pernyataan antar manusia di tandai oleh munculnya Demosthenes dan Aristoteles dua orang pakar yang teorinya hingga kini masih dijadikan bahan kuliah di berbagai perguruan tinggi.

Bagi Aristoteles retorika Adalah seni persuasi, suatu uraian yang harus singkat, jelas, dan meyakinkan, dengan keindahan bahasa yang disusun untuk hal-hal yang bersifat memperbaiki, memerintah, mendorong dan mempertahankan. Demikian retorika di Yunani. Ilmu yang mempelajari dan mengkaji gejala pernyataan antar manusia Dari Yunani retorika menjalar ke Romawi. Di negri roma retorika dikembangkan oleh marcus  Tulius Cicero (106-43) yang menjadi tersohor karena bukunya yang berjudul de oratore dan penampilannya sebagai seorang orator.

Sebagai pemuka retorika Cicerio mengembangkan kecakapan retorika menjadi ilmu. Menurut Cicerio sistematika retorika mencakup dua tujuan pokok yang bersifat “suasio” (anjuran) dan “dissuasion” (penolakan). Paduan dari kedua sifat itu seringkali di jumpai dalam pidato-pidato peradilan di muka senat Romawi di Roma. Pada saat itu  tujuannya menyangkut kepentingan rakyat, perundang-undangan Negara dan keputusan keputusan yang akan diambil.

Cicerio menyatakan bahwa ketika mempengaruhi khalayak seorang orator harus meyakinkan mereka degnan mencerminkan kebenaran dan kesusilaan. Retorika gaya Ciceimagesiro meliputi tahap-tahap sebaai berikut :

  1. Investio

Investio berarti mencari bahan-bahan dan tema yang akan di bahas. Bahan yang telah diperolah disertai bukti-bukti pada tahap ini dibahas secara singkat dengan menjurus kepada upaya-upaya :

  1. Mendidik
  2. Membangkitkan kepercayaan
  3. Menggerakan perasaan

 

  1. Ordo collocatio

Ordo collocatio berarti penyusunan pidato. Orator di tuntut kecakapan mengolah kata-kata mengenai aspek-aspek tertentu berdasarkan pilihan mana yang terpenting, penting, kurang penting dan tidak penting. Sususnan pidato secara sistematis terbagi menjadi :

  1. Exordium (pendahuluan)
  2. Narratio (pemaparan)
  3. Conformatio (peneguhan)
  4. Reputatio (pertimbangan)
  5. Peroratio (penutupan)

Demikian retorika di Romawi sebagai perkembangan retorika di Yunani, yang merupakan ilmu pertama yang mengkaji pernyataan antar manusia. Retorika juga sampai sekarang memang masih dipraktekan dalam segala bidang kehidupan, tetapi tidak dilandasi teori-teori baru dan teori ini ternyata teori-teori zaman Yunani dan Romawi.

  1. Publizistik Wikomunikasi-duniassenschaft

Walaupun pada zaman romawi sudah mulai berkembang proses pernyataan antar media, tetapi belum dapat di nilai sebagai ilmu. Ini terjadi ketika Gaius Julius Caesar (100-44 SM), kaisar Romawi yang terkenal mengeluarkan peratuan agar kegiatan-kegiatan senat setiap hari diumumkan kepada masyarakat dengan cara di temple pada papan pengumuman yang dinamakan Acta Diurna.

Kegiatan pemberitaan melalui Acta Diurna merupakan cikal bakal yang kita kenal sebagai kegiatan jurnalistik. Sampai satu abad masehi, pernyataan antar manusia untuk jarak jauh masih dilakukan dengan menggunakan Papyrus atau daun lontar, kulit binatang, logam tipis dan lain-lain. Setelah ditemukannya kertas oleh bangsa cina bernama Ts ‘ai lun pada tahun 105 M kegiatan itu baru menggunakan kertas. Di tahun 1400-1468 salah seorang berkebangsaan jerman Johanes Gutenberg menemukan mesin cetak yang mampu melipatgandakan tulisan bercetak maka pada saat itu penyampaian pernyataan antar manusia itu semakin marak. Pada tahun 1609 muncul di jerman surat kabar pertama dalam sejarah dengan nama “Avisa Relation Oder Zeitung” dan di susul oleh “Weekly News” yang di terbikan di inggris pada tahun 1622.

Pada abad ke 19 munculah di Inggris “Science of the press” di prancis “Science de la presse” di Nederland Dagbladwetenschap dan di Jerman Zeitungwissenschaft. Yang semuanya berarti “Ilmu persurat kabaran”.

  1. Communication Science

Jika retorika sebagai ilmu pertama mengenai pernyataan antar manusia yang berkembang di Yunani dan Romawi satu arah menuju ke Jerman menjadi Publizistikwissenschaft yang disingkat Publisistik, maka di Amerika serikat namanya Communication science atau ilmu komunikasi. Ilmu komunikasipun berasal dari aspek persuratkabaran dari journalism atau jurnalistik atau jurnalisme sebagai ilmu pengetahuan tentang seluk beluk pemberitaan mulai darri peliputan, mencari bahan berita, pengolahan berita sampai penyebaran berita.

Pada tahun 1960 Carl l.Hovland dalam karyanya “Social Communication” memunculkan istilah “science of communication” yang ia devinisikan sebagai suatu upaya yang sistematis untuk merumuskan dengan cara setepat-tepatnya asas-asas pentransmisian informasi serta pembentukan opini dan sikap.

Printis dan Bapak Ilmu Komunikasi

Wilbur Schramm seorang pakar komunikasi kenamaan di Amerika serikat menganggap empat orang cendekiawan Amerika, yaitu Lasswell, Lewin, Lazarsfeld dan Hovland sebagai Bapak Ilmu komunikasi.

Harold Lasswell

Harold Lasswell di lahirkan di Donellson Illinois amerika serikat. Pada usia 16 tahun ia mendapatkan beasiswa dan kuliah di Chicago University  dan Lasswell juga adalah seorang sarjana Amerika yang memperkenalkan teori Freud dalam ilmu politik.

Kurt Lewin

Lewin dilahirkan pada tahun 1890, sebelas tahun sebelum lasswell dan 12 tahun sebelum Lazarsfeld dan dua puluh tahun sebelum  Hovland ia wafat pada tahun 1947. Lewin adalah seorang Yahudi Jerman yang belajar psikologi di Universitas Berlin. Pada tahun 1933 ia melarikan diri dari rezim Nazi saat itu, dan sesampainya di lowa Amerika srikat ia kemudian menjadi professor di Universitas Lowa.

Paul Lazarsfeld

Lazarsfeld adalah seorang Yahudi  dilahirkan pada tahun 1901 di Wina dan lulus sebagai doctor matematika dari universitas Wina pada pertengahan tahun 1920, selama satu decade ia mengajar di fakultasnya dan memimpin sebuah lembaga penilitian ilmu social. Seperti halnya Kurt Lewin, lazarsfeld terpengaruhi oleh pemikiran Freud yang menyebabkan ia berminat untuk melakukan studi terhadap sumber-sumber prilaku

Carl Hovland

Hovland menurut para pakar dinilai sebagai “Boy Wonder”dalam psikologi eksperimental. Pada usia 30 tahun ia telah banyak menulis artikel yang di muat dalam “journal of experimental Psychology”. Hovland  memperolah gelar Ph.D. dalam bidang psikologi eksperimental di Universitas Yale.

Dilihat dari sejarah perkembangannya, komunikasi memang di besarkan oleh pakar peneliti psikologi. Tiga diantara empat orang bapak ilmu komunikasi yaitu

  1. Wilbur schramm adalah sarjana psikologi.
  2. Kurt lewin adalah ahli psikologi dinamika klompok dan memperoleh doktornya dalam asuhan koffka, kohler, dan Wertheimer tokoh tokoh psikologi Gestalt.
  3. Paul Lazarsfeld pendiri ilmu komunikasinya lainnya, adalah psikolog yang bnyak di pengaruhi Sigmund Freud, bapak psikoanalisis.
  4. Carl I. Hovland adalah seorang yang dididik dalam psikologi, dan selama hidupnya memilih karir psikologi

Sumber :buku     Ilmu,teori dan filsafat komunikasi , Prof. Onong Uchjana Effendy.

Iklan